Raja Adat Pakpak Dairi

DPP PERMASDA

raja adat dairiJauh sebelum pendudukan kolonial Belanda di Dairi, pemerintahan berjalan atas pengakuan terhadap Raja-raja Adat. Pemerintahan masa itu dikendalikan oleh Raja Ekuten/Takal Aur/Kampung/Suak dan Pertaki sebagai raja-raja adat merangkap sebagai Kepala Pemerintahan.

Adapun struktur Pemerintahan masa itu diuraikan sebagai berikut :

RAJA EKUTEN

Pemimpin satu wilayah (suak) atau yang terdiri dari beberapa suku/kuta/kampong Raja Ekuten disebut juga Takal Aur, yang merupakan Kepala Negeri.

PERTAKI

Pemimpin satu Kampung, setingkat dibawah Raja Ekuten.

SULANG SILIMA

Pembantu pertaki pada setiap kuta (Kampung), yang terdiri dari : 1) Perisang-isang, 2) Perekur-ekur, 3) Pertulan tengah, 4) Perpunca Ndiadep, 5) Perbetekken.

Menurut berbagai literatur sejarah bahwa wilayah Dairi sangat luas dan pernah jaya dimasa lalu. Sesuai dengan Struktur Organisasi Pemerintahan tersebut di atas, maka wilayah Dairi dibagi atas 5 (lima) wilayah (suak/aur) yaitu :

  1. Suak/Aur SIMSIM, meliputi wilayah : Salak, Kerajaan, Siempat Rube, Sitellu Tali Urang Jehe, Sitellu Tali Urang Julu dan Manik.
  2. Suak/Aur PEGAGAN dan Kampung Karo, meliputi wilayah : Silalahi, Paropo, Tongging, Pegagan Jehe dan Tanah Pinem.
  3. Suak/Aur KEPPAS, meliputi wilayah : Sitellu Nempu, Silima Pungga-Pungga, Lae Luhung dan Parbuluan.
  4. Suak/Aur BOANG, meliputi wilayah : Simpang Kanan, Simpang Kiri, Lipat Kajang, Belenggen, Gelombang Runding dan Singkil (saat ini Wilayah Aceh)
  5. Suak/Aur KLASEN, meliputi wilayah : Sienemkoden (Sionomhudon) Perlilitan, Manduamas dan Barus

Setelah kolonial Belanda menguasai Daerah Dairi, Hindia Belanda membagi Onder Afdeling Dairi menjadi 3 (tiga) Onder Districk, yaitu : Onder Districk Van Pakpak, Onder Districk Van Simsim dan Onder Districk Van Karo Kampung.

Onder Districk Van Pakpak, meliputi 7 kenegerian yakni :

1.1. Kenegerian Sitellu Nempu

1.2. Kenegerian Siempat Nempu Hulu

1.3. Kenegerian Siempat Nempu

1.4. Kenegerian Silima Pungga-Pungga

1.5. Kenegerian Pegagan Hulu

1.6. Kenegerian Parbuluan

1.7. Kenegerian Silalahi

Namun sejak jaman pendudukan Nippon Jepang, Silalahi masuk dalam teritori Kecamatan Sumbul sebagai Desa Silalahi. Sampai pada tahun 2004, negeri Silalahi Otonom sebagai Kecamatan, yaitu Kecamatan Silahisabungan dengan Ibukotanya Silalahi.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *